![]() |
Membeli Kebahagiaan Dengan Sepiring Makanan |
Seorang cowok asyik melahap kuliner yang terhidang di hadapannya. Sengaja ia memesan kuliner
kegemarannya. Bau kuliner memenuhi seluruh ruangan restoran, menitikkan air liur siapapun yang ada disana.
Selesai makan, cowok itu tidak pribadi pergi, ia memesan segelas minuman dingin. Mungkin berniat lebih usang duduk disana menghabiskan waktu sore. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang kakek renta yang berdagang asongan yang duduk di samping luar restoran itu.
Sesekali pandangan kakek itu menyapu pengunjung restoran, entah apa yang dipikirkannya, yang terang terlihat berkali – kali si kakek menelan ludah, tidak tahan dengan basi kuliner yang menggugah selera.
Pemuda itu sejenak tercenung dan berpikir “Kira-kira berapa usang ya kakek itu sudah berjualan disana? Apa ia pernah merasakan nikmatnya kuliner di resotan ini ya?” gumamnya.
Sewaktu membayar tagihannya di kasir, cowok itu berbisik kepada pegawai restoran. “Mas, ini aku bayar seporsi makanan, nanti bila aku sudah pergi, tolong berikan kepada kakek renta pedagang asongan itu ya”..
Pegawai itu tersenyum dan menganggukkan kepala lalu cowok itupun menaiki kendaraannya dan pulang ke rumah.
Pemuda itu tidak tau niscaya apa yang lalu terjadi ketika pegawai restoran membawakan kuliner untuk kakek renta pedagang asongan itu. Entahlah, ia tidak ingin memikirkannya. Yang terang ketika ini ia sangat bahagia. Sebuah rasa indah yang memenuhi rongga dadanya, kebahagiaan sejati yang hanya dibelinya dengan seporsi makanan.
Post a Comment
Post a Comment