Lalu kesalahan besar itu terjadi. Seorang sahabat remaja yang tidak dikenalnya menciptakan sebuah posting yang tidak pantas dan beliau membalasnya dengan kalimat serupa. "Selang beberapa hari kemudian, ayah saya menemukan halaman Facebook saya berisi kata-kata kotor. Ia benar-benar murka dan menyuruh saya menonaktifkan akun Facebook," kata Zachary Marks.
Akhirnya terbersitlah pandangan gres untuk menciptakan sebuah media umum sendiri, khusus untuk anak seumurannya. Dibantu oleh kakak-kakaknya yang melek teknologi risikonya menciptakan media umum sendiri berjulukan Grom Social. Grom artinya ialah peselancar dunia maya muda yang merasa sudah dewasa.
Ayah Zach, Darren Marks, pendiri perusahaan minuman energi dan masakan di Florida pribadi melihat potensi anggun dari situs tersebut. Dia lantas mendaftarkannya secara resmi pada Maret lalu.
Baru tiga bulan diluncurkan, GromSocial mempunyai 6.800 anggota di seluruh dunia. Situs ini sendiri mempunyai pengunjung unik 2.000 orang setiap hari dan sekitar 6.000 page view. Darren dan istrinya, Sarah, membiarkan belum dewasa bertugas di sisi kreativitas. Jadilah GromSocial situs yang penuh warna dan dihiasi aneka macam abjad kartun.
Keamanan Prima
Untuk menjaga keamanan penggunanya yang masih anak-anak, GromSocial mengharuskan para orangtua menyetujui anak-anaknya untuk bergabung. Para orangtua pun dapat memantau acara online anak-anaknya melalui email yang dikirimkan secara rutin oleh situs ini.
Selain itu, situs media umum ini mempunyai filter bahasa yang menjaga dari kata-kata yang tidak sopan. GromSocial juga telah memenuhi persyaratan dari Children's Online Privacy Protection Act (COPPA), yaitu Undang-Undang yang menjaga belum dewasa di dunia online.
orang tuanya.
Media sosial lainnya menyerupai Facebook, Twitter, Tumblr, dan Foursquare, juga melarang anggotanya yang masih berumur di bawah 13 tahun.
Post a Comment
Post a Comment