Penggunaan majas yang baik dalam membuat sebuah puisi ataupun dongeng menjadi syarat mutlak apakah goresan pena tersebut menarik atau tidak. Oleh sebab itu juga, kemampuan yang baik dalam berbahasa mutlak dibutuhkan bagi Anda yang ingin mendalami dunia penulisan, entah itu novel, puisi, ataupun pantun. Makara perbanyaklah merangkai bermacam-macam susunan bahasa dalam pikiran dan goresan pena Anda di buku setiap harinya supaya otak Anda semakin terlatih untuk membuat majas dengan gaya yang menarik. Sesuai dengan tema pada kesempatan kali ini, berikut sampaikan pola majas, dan macam-macamnya beserta pengertiannya.
Metafora yaitu majas yang menunjukkan ungkapan secara eksklusif berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang menurut persamaan atau perbandingan, contohnya tulang punggung dalam kalimat cowok yaitu tulang punggung negara. Contoh majas metafora mirip berikut ini.
- Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
- Raja siang keluar dari ufuk timur
- Jonathan yaitu bintang kelas dunia.
- Harta karunku (sangat berharga)
- Dia dianggap anak emas majikannya.
- Perpustakaan yaitu gudangnya ilmu.
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seakan-akan memiliki sifat mirip manusia.
- Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
- Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
- Peluit wasit menjerit panjang menandai selesai dari pertandingan tersebut.
Alegori yaitu Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk dongeng yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Perjalanan hidup insan mirip sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang kala sulit ditebak kedalamannya, yang rela mendapatkan segala sampah, dan yang pada akibatnya berhenti saat bertemu dengan laut.
Simbolik yaitu majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
- Ia populer sebagai buaya darat.
- Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
- Ia yaitu seorang bunga desa
- Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
- Melati, lambang kesucian
- Teratai, lambang pengabdian
Metonimia yaitu majas yang memakai ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
- Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
- Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
- Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
Sinekdok yaitu majas yang menyebutkan kepingan untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala menerima Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
(a) Dalam pertandingan final badminton Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan menentukan idolanya malam nanti.
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, mirip layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Kau umpama air saya bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
Majas Pertentangan yaitu “Kata-kata berkias yang menyatakan kontradiksi dengan yang dimaksudkan bahwasanya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.
Antitesis yaitu majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan pekan raya itu.
b) Miskin kaya, manis jelek sama saja di mata Tuhan.
Paradoks yaitu majas yang mengandung kontradiksi antara pernyataan dan fakta yang ada.
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
Majas berlebihan yaitu majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud menunjukkan kesan mendalam atau meminta perhatian.
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
Litotes yaitu majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kau bertanya pada orang yang kurang cendekia mirip saya
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.
Pleonasme yaitu majas yang memakai kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
a) Semua siswa yang di atas biar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
Repetisi yaitu majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pendekar kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.
Paralelisme yaitu majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Cinta yaitu rela berkorban
Tautologi yaitu majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu memakai kata bersinonim.
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sobat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
Klimaks yaitu majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin usang makin meningkat.
a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang renta pun mengikuti lomba Agustusan.
b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak memiliki berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.
Antiklimaks yaitu majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin usang semakin menurun.
a) Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.
Retorik yaitu majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya menunjukkan penegasan, sindiran, atau menggugah.
a) Kata siapa harapan bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kau bangga-banggakan ?
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:
Ironi yaitu majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir seseorang.
a) Ini gres namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya hingga tidak sanggup Aku baca.
Sinisme yaitu majas yang menyatakan sindiran secara eksklusif kepada orang lain
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar mirip dirimu.
b) Lama-lama saya bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak masuk akal itu.
Sarkasme yaitu majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
a) Mau muntah saya melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
Bagaimana, sudah paham bukan apa itu majas dan jenis-jenisnya? Ada baiknya Anda mempelajari lebih dalam bahan ini, sebab memang sering keluar di mata pelajaran Bahasa Indonesia di banyak sekali jenjang pendidikan. Demikianlah gosip yang bisa bagikan kali ini mengenai Pengertian Majas, Contoh & Macam-macam Majas Lengkap. Jangan lupa juga memahami Pengertian Demokrasi untuk menambah wawasan Anda lebih jauh.
Post a Comment
Post a Comment