Jadi, penggunaan yang lebih sempurna untuk meminta maaf ialah kata aasif. Bukan berarti kata 'afwan' ialah salah. Tidak, semuanya mengandukan makna maaf. Namun di dalam keseharian, orang Arab lebih sering memakai kata aasif daripada kata afwan. Wallahu a'lam.
Ikhwan wal akhawat yang agar Allah muliakan. Berikut ini beberapa kosakata bahasa Arab ( مُفْرَدَاتٌ ) dan goresan pena latinnya yang berkaitan dengan kata maaf:
- Mengemukakan alasan ( اِعْتَذَرَ - يَعْتَذِرُ ).
- Memaafkan ( عَفَا - يَعْفُو عَنْ ) 'afaa - ya'fuu.
- Memaafkan ( سَامَحَ - يُسَامِحُ ) saamaha - yusaamihu.
- Memaafkan ( صَفَحَ - يَصْفَحُ عَنْ ) shafaha - yashfahu.
- Memaafkan/Menerima alasan ( عَذَرَ - يَعْذِرُ ) 'adzara - ya'dziru.
- Mengampuni ( غَفَرَ - يَغْفِرُ ) ghafara - yaghfiru.
- Sayang! Maaf! ( آسِفٌ ) aasif.
- Ampunan ( مَغْفِرَةٌ ) maghfiratun.
- Alasan ( عُذْرٌ جـ أَعْذَارٌ ) 'udzrun jim a'dzaar.
- Menyesal ( نَدِمَ - يَنْدَمُ ) nadima - yandamu.
- Menyesali/Merasa bersalah atas ( أَسِفَ - يَأْسَفُ ) asifa - ya`safu.
- Penyesalan ( النَّدَمُ / النَّدَامَةُ ) an-nadam / an-nadaamatu.
- Bersalah ( أَخْطَأَ - يُخْطِئُ ) akhtha`a - yukhthi`u.
- Kesalahan ( خَطَأٌ جـ أَخْطَاءٌ ) khata`un jim akhtahaa`un.
- Bertaubat ( تَابَ - يَتُوْبُ ) taaba - yatuubu.
- Maaf ( آسِفٌ ) [aasif] bila yang memohon maaf ialah laki-laki.
- Maaf ( آسِفَةٌ ) [aasifatun] bila yang meminta maaf ialah perempuan.
- (lk) Maaf pak guru ( آسِفٌ يَا أُسْتَاذُ ) aasifun yaa ustaadz.
- (pr) Maaf bu guru ( آسِفَةٌ يَا أُسْتَاذَةُ ) aasifaatun yaa ustaadzatu.
- (lk) Maaf ayah ( آسِفٌ يَا أَبِي ) aasifun yaa abii.
- (pr) Maaf ibu ( آسِفَةٌ يَا أُمِّي ) aasifaatun yaa ummii.
- Maafkan saya (lk) ( سَامِحْنِي ) saamihnii.
- Maafkan saya sayang (lk) ( سَامِحْنِى يَا حَبِيْبِي ) saamihnii yaa habiibii.
- Maafkan saya sayang (pr) ( سَامِحِيْنِي يَا حَبِيْبَتِي ) saamihiinii yaa habiibatii.
- Maafkan saya ya Allah ( اَللَّهُمَّ عَافِنِي ) allahumma 'aafinii.
- Tidak apa-apa ( لَا عَلَيْكَ / لَا عَلَيْكِ شَيْءٌ ) laa 'alaika/'alaiki syai`un,
atau ( لَا بَأْسَ بِهِ ) laa ba`sa bihi,
atau ( لَا حَرَجَ عَلَيْكَ / عَلَيْكِ ) laa haraja 'alaika/'alaiki. - Permisi ( مِنْ فَضْلِكَ / فَضْلِكِ ) min fadhlika/fadhliki,atau ( مِنْ سَمَاحَتِكِ / سَمَاحَتِكِ ) min samaahatika/samaahatiki,
atau ( عُذْرًا ) udzran. - Permisi [jika kau berkenan] ( لَوْ سَمَحْتَ / سَمَحْتِ ) law samahta/samahti.
- Terimalah alasanku ( اِقْبَلْ عُذْرِي ) iqbal udzrii.
- Alasan yang tidak sanggup diterima ( عُذْرٌ غَيْرُ مَقْبُوْلٍ ) 'udzrun ghairu maqbuul.
. أَنْتَ مُتَأَخِّرٌ اليَوْمَ يَا أَحْـمَدُ | المُعَلِّمُ |
---|---|
Ahmad, kau terlambat hari ini. | Guru |
. آسِفٌ يَا أُسْتَاذُ | التِّلْمِيْذُ |
Maaf pak guru. | Murid |
مَنْ غَائِبٌ ؟ | المُعَلِّمُ |
Siapa yang absen? | Guru |
. يُوْسُفُ غَائِبٌ | التِّلْمِيْذُ |
Yusuf absen. | Murid |
أَيْنَ مُـحَمَّدٌ ؟ | المُعَلِّمُ |
Dimana Muhammad? | Guru |
. مُـحَمَّدٌ فِي الـمَسْجِدِ | التِّلْمِيْذُ |
Muhammad di masjid. | Murid |
مَنْ فِي الـمَلْعَبُ ؟ | المُعَلِّمُ |
Siapa yang di lapangan? | Guru |
. سَـمِيْرَةُ فِي الـمَلْعَبِ | التِّلْمِيْذُ |
Samirah di lapangan. | Murid |
Post a Comment
Post a Comment