![]() |
Marhaban Ya Ramadhan 1432 Hijriyah |
Marhaban Ya Ramadhan 1432 Hijriyah
Bulan Ramadhan yakni bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Alquran diturunkan.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,”Pintu-pintu nirwana dibuka pada bulan ini alasannya yakni banyaknya amal saleh dikerjakan sekaligus untuk memotivasi umat islam untuk melaksanakan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup alasannya yakni sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang yang beriman. Setan-setan diikat kemudian dibelenggu, tidak dibiarkan lepas menyerupai di bulan selain Ramadhan“.
Selain itu pada Bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah -yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- dikala diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Keutamaan Puasa Ramadhan
- Puasa yakni perisai.
- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasa yakni perisai yang sanggup melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’). Orang yang berpuasa akan mendapat pahala yang tak terhingga.
- Orang yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan.
- Bau Mulut Orang yang bepuasa lebih harum di hadapan Allah daripada basi misik/kasturi.
- Puasa akan memperlihatkan syafaat bagi orang yang menjalankannya.
- Orang yang berpuasa akan mendapat pengampunan dosa.
- Bagi orang yang berpuasa akan disediakan Ar Rayyan. Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya di nirwana ada sebuah pintu yang berjulukan Ar-Royyaan. Pada hari simpulan zaman orang-orang yang berpuasa akan masuk nirwana melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun bangun dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Post a Comment
Post a Comment