![]() |
Saya Harus Membuang Air Susu Saya Bu .... |
Satu ahad sesudah bekerja, Majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan perempuan selalu memperhatikan apa yang ia kerjakan. Suatu waktu si Majikan memperhatikan kelakukan asing si pembantu. Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama. Dengan tutur kata yang lemah lembut si Majikan bertanya." Apa yang bersama-sama engkau lakukan di kamar mandi..?" Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu. Si Majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang bersama-sama terjadi. Akhirnya Pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya gres 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah ia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. "Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh alasannya tidak disusu oleh anak saya. " Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi.
"Subhanalloh, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda," Kata majikan. Ternyata Majikannya tidak seburuk menyerupai yang diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga si majikan memperlihatkan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan kesepakatan kontraknya dan memberikannya tiket pulang.
"Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kau susui anakmu secra penuh selama 2 tahun dan jikalau kau igin kembali bekerja kau mengubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu.". "Subhanalloh, apa Ibu tidak apa-apa saya tinggal..?" Kenangnya dalam hati. Si Majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala bahwa apa yang kau tinggal lebih berharga dari pada mengurus saya.
Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa. Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan dan hatinya menjadi sangat senang alasannya sanggup membantu orang yang sedang kesulitan.
Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia. Sebulan kemudian ia gres kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melaksanakan pemeriksaaan mendetail. Tapi apa yang terjadi..? Dokter yang menangani awal tidak melihat ada penyakit menyerupai diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya. Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin sanggup sedasyat dan secepat itu penyakitnya sanggup sembuh, apalagi kanker darah. Apa telah terjadi salah diagnosa..???.
Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa sebenanrnya yang telah dilakukan oleh pasien. Wanita itupun menjawab,, " Saya tidak melaksanakan apa-apa dengan sakit saya, mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh, nyatanya sesudah saya menolong hati saya menjadi lebih garang untuk sembuh dan hidup, saya memiliki pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak sanggup disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi, Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, risikonya pembantu itu saya suruh pulang semoga sanggup menyalurkan air sususnya dan ia sehat dan anaknya juga sanggup sehat. mungkin dengan itu risikonya sakit saya sembuh Dokter .,," Dokter itupun risikonya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun sanggup sembuh alasannya Alloh SWT memang menghendakinya,
(Oleh : donkissotes )
Post a Comment
Post a Comment