Nah, bila ternyata kesepakatan tersebut kesampaian, maka puasa tersebut wajib dilakukan dan puasanya dinamakan puasa nazar. Hukum wajibnya dinamakan wajib aridhi wajibnya bersifat gres bukan berasal dari wajib syar'i yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun demikian, bila tidak dilakukan, maka berdosalah hukumnya, sama saja dengan meninggalkan kewajiban menyerupai puasa Ramadhan atau sholat wajib.
Adapun niat yang dibaca dikala kita akan melaksanakan puasa nazar ialah :
نَوَيْتُ صَوْمَ النَّذَرِ لِلَّهِ تَعَالىَ
Nawaitu shauman nadzari lillaahi ta'aalaa
Aku niat puasa nadzar alasannya Allah Ta'ala.
Nah, dikala kita punya kewajiban puasa nadzar, maka jangan melaksanakan dulu puasa sunat, alasannya derajatnya lebih wajib puasa nazar. Tapi apabila punya utang puasa Ramadhan contohnya alasannya haidnya seorang perempuan, maka wajib membayar dahulu puasa Ramadhan sebelum puasa nazar, alasannya wajibnya lebih tinggi tingkatannya dari puasa nazar. Adapun duduk perkara niat puasa ganti ini, sanggup dibaca di artikel tentang niat puasa ganti ramadhan alasannya haid.
Post a Comment
Post a Comment