
Akhirnya takterlawan olehku
tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
ke hati kita semua
bendera-bendera dan bendera-bendera
bendera kebangsaanku
aku mengalah kepada kebanggan lembut
tergenggam satu hal dan kukenal
tanah dimana kuberpijak berderak
awan bertebaran saling memburu
angin meniupkan kehangatan bertanah air
semat getir yang menikam berkali
makin samar
mencapai puncak kepecahnya bunga api
pecahnya kehidupan kegirangan
menjelang subuh saya sendiri
jauh dari tumpahan keriangan dilembah
memandangi tepian laut
tetapi saya menggengam yang lebih berharga
dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
makin bercahaya makin bercahaya
dan fajar mulai kemerahan.
INDONESIAKU
Malang nasibmu, Indonesiaku…
tiga setengah masa engkau di jajah
kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.
66 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku…
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.
Burung garuda berkata “hai penguasa…! turunkan saya dari sini, kamu merongrong indonesiaku”
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku…
mereka berebut kekuasaan…
Salam Puisi Kemerdekaan….
Merah putih!
dulu, sebelum kamu berkibar di tiang tinggi
dibelai, dipeluk angin merdeka,
engakau hanya lambang harapku,
Meski kamu mewakili bangsa tidak berdaya,
tidak berjulukan di sejarah dunia,
namun kamu tersimpan dalam hatiku,
lambang kasihku pada nusaku.
Merah putih!
kini, kulihat kamu terkibar di tengah bangsa
lambang kebangsaanku di timur raya,
engkau panji perjuanganku
mengejar kemuliaan bagi bangsaku,
dan demi yang kuasa pencipta bangsaku,
selama masih bersiut nafas didada,
denyut darahku penyiram medan
ta'kan kembali kamu masuk lipatan!
UNTUK PAHLAWAN NEGERIKU
Untuk negeriku…
Hancur lebir tulang belulangku
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati
Kurela demi tanah air negeriku
Sangsaka merah berani
Putih suci
Melambai-lambai ditiup angin
Air mata bercucuran, menganjungkan doa
untuk jagoan negeri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk jagoan jagad raya
Hanya jasamu dapat kulihat
Hanya jasamu dapat kukenang
Tubuhmu hancur hilang entah kemana
Demi darahmu ….
Demi tulangmu ..
Aku perjuangkan negeriku ini, Indonesia
Darahmu yakni Pengorbananmu
Jiwamu yakni Bara Semangatmu
Ragamu Menjadi Tamengmu
Bambu Runcing yakni Senjatamu
Wahai para Pahlawan
Engkau t'lah Memberikan Kami Hadiah yang Berharga
Engkau t'lah Berjasa untuk Kami Anak dan Cucumu
Engkau t'lah Rela Berkorban untuk Bangsa ini
17 Agustus 1945 Sebagai Titik Akhir Cita-citamu
Yaitu "Kemerdekaan"
Wahai para Pahlawan
Tanpamu, Bangsamu Saat ini Tak Punya Arah
Tanpamu, Aku Tak Bisa Seperti Sekarang
Tanpamu, Merah Putih Tak Mungkin Berkibar dengan Gagahnya
Selamat Hari Kemerdekaan
Terima Kasih Pahlawan Atas Jasa-Jasamu
Kau kan Selalu Terkenang Dalam Hati
Semoga Tuhan Memberikan Tempat
Yang Terbaik di Sisi-Mu
Amien..
KITA BERJUANG
Terbangun aku, terloncat duduk,
kulayangkan pandang jauh keliling,
kulihat hari'lah terang, jernihkan falak,
telah lamalah kiranya fajar menyingsing
kuisap udara
legalah dada,
kupijak tanah
tiada guyah,
kedengar bisikan
hatiku rawan:
"kita berperang,
kita berjuang!"
sebagai dendang menyayu kalbu,
bangkitlah hasrat damba nan larang,
ingin kemedan ridla menyerbu:
"beserta saudara turut bejuang!"
Post a Comment
Post a Comment