Saudaraku, sungguh jikalau kita perhatikan hadits ini kemudian direfleksikan kepada kondisi negeri dimana kita hidup cukup umur ini –bahkan kondisi dunia secara umum- maka faktual benar bahwa kelima-limanya sudah menjadi kenyataan pada zaman penuh fitnah cukup umur ini..! Silahkan kita perhatikan satu per satu peringatan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di atas:
Pertama, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta kita meragukan tersebarnya faakhisyah (kekejian) secara terang-terangan di tengah masyarakat. Bila kekejian telah menyebar di tengah masyarakat, maka aneka macam penyakit Tha’un (menular) beserta kelaparan akan menggejala di tengah kaum tersebut yang tidak pernah terjadi pada para pendahulu mereka.
Sejujurnya, inilah yang kini berlaku. Karena banyaknya bentuk kekejian secara terang-terangan yang muncul di tengah kita, maka kitapun menyaksikan banyaknya orang yang terserang penyakit menular serta kelaparan. Berbagai tayangan dan pemberitaan di televisi menyiarkan banyaknya dan bervariasinya kekejian yang dilakoni insan modern. Setiap hari kita disajikan aneka macam isyu dan gosip mengenai perselingkuhan, perselisihan dan perceraian para selebritis bahkan tokoh masyarakat. Malah belakangan ini kita sering mendengar banyakanya kasus bayi yang kelahirannya tidak diharapkan, sehingga sang ibu dengan teganya meninggalkan si bayi di sembarang tempat. Mengapa bayi itu ”dibuang”? Karena sang ibu tidak mau menanggung aib alasannya bayi tadi merupakan hasil kekerabatan di luar ijab kabul (baca: perzinaan). Oleh karenanya, Al-Qur’an tidak saja mengharamkan orang-orang beriman untuk berzina, bahkan mendekati perbuatan zina saja sudah dilarang...!
وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
“Dan janganlah kau mendekati zina; sebenarnya zina itu ialah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Israa ayat 32)
Bahkan kita juga disajikan kekejian di tengah masyarakat berupa terang-terangannya insan menjalin kekerabatan sexual homogen (kelamin), baik itu lelaki dengan sesamanya (gay alias homosexuality) maupun perempuan dengan sesamanya (lesbianisme). Malah di sebagian negara serpihan Amerika Serikat sudah ada undang-undang yang meresmikan ijab kabul sesama jenis kelamin. Padahal Al-Qur’an dengan terperinci dan tegas mengharamkan sikap keji ini:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ أَئِنَّكُمْ
لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
”Dan (ingatlah kisah) Lut, dikala beliau berkata kepada kaumnya: "Mengapa kau mengerjakan perbuatan fakhisyah itu sedang kau melihat (nya)?" Mengapa kau mendatangi pria untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kau ialah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)".(QS An-Naml ayat 54-55)
Jika demikian keadaannya, masihkah kita perlu heran mengapa terdapat aneka macam penyakit menular di tengah masyarakat negeri ini, malah masyarakat dunia secara umum? Sehingga kita dengar dimana-mana insan ketakutan dengan penyakit menular ibarat demam berdarah dan lain sebagainya. Bahkan dunia dikejutkan dengan munculnya aneka macam penyakit menular gres yang tidak pernah terjadi pada para pendahulu ibarat contohnya flu burung dan flu babi. Begitu pula, masihkah kita mesti kebingungan mengapa kelaparan merebak di negeri ini bahkan di seluruh dunia, padahal majalah Forbes gres saja melansir daftar 1000 orang terkaya di dunia yang mana salah seorang di antara mereka aset kekayaannya ada yang mencapai sepertiga kekayaan negara Indonesia, yaitu lebih dari 50 milyar dollar Amerika...?!
PROGRAM BARU WISATA HATI ( I' DAAD )
Peminat Program Qur'ani ini sanggup melaksanakan pendataan Via FB Network ini dengan mncantumkan No HP dan alamat e-mail ke : yusufmansur.wh@gmail.com
Jangan lupa sertain Subjct : Peminat Program I'Dad, pendataan akan diteruskan, dan berfungsi sebagai statistik data arsip FB, sekalian data do'a sbg BAGIAN yg melaksanakan perbaikan gnerasi umat.
Ajak rekan, sdr demi kecintaan dan pengembalian kpd tradisi umat yg tlah hilang, keberkahan dan niatan anda berpulang kpd anda sendiri. Jika kita tidak sempat, ksempatan itu ada pada bawah umur kita, bawah umur umat Islam, Apakah anda sekedar jadi penonton, atau pemain yg andil dlm perbaikan umat Islam, pembuktian cinta pd agama-Nya. Lillahi ta'ala
Allah SWT berfirman : "Barang siapa yg menolong Agama Allah, maka Allah akan mnolong dan meneguhkan kedudukannya". ( Muhammad : 7 )
Post a Comment
Post a Comment